Pusat pendidikan keagamaan non-formal yang berfokus pada pendalaman ilmu agama (Diniyah) dan pembentukan karakter santri[cite: 3].
Gedung Madrasah Diniyah Ula/Wustha (MUS) Roudlotussolihin dirancang untuk mendukung kegiatan pengajaran ilmu-ilmu keislaman klasik maupun kontemporer. Ruang kelas dirancang luas dan fleksibel agar nyaman digunakan para santri dalam menyimak sorogan, bandongan, serta musyawarah kitab.
Kompleks gedung ini terintegrasi langsung dengan asrama santri dan lingkungan pondok pesantren, menciptakan ekosistem pendidikan religius yang kondusif selama 24 jam penuh dalam membina akhlak dan kedalaman ilmu agama santri.
Fasad gedung madrasah diniyah yang menjadi pusat kegiatan pengajian harian para santri di lingkungan pondok.
Lingkungan sekitar gedung yang terhubung langsung dengan kompleks asrama dan pondok pesantren santri.
Ruangan luas beralaskan karpet bersih tempat para santri duduk bersila mendengarkan kajian kitab kuning dari asatidz.
Ruang serbaguna untuk kegiatan bahtsul masail, musyawarah santri, serta acara peringatan hari besar Islam (PHBI).
Pusat administrasi madrasah diniyah serta ruang koordinasi para dewan guru dan pengurus pondok pesantren.
Sarana pendukung kenyamanan santri sehari-hari dalam menuntut ilmu di lingkungan pondok pesantren.